Warning: curl_init() has been disabled for security reasons in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 95

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 97

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 98

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 100

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 103

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 106

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 333

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 334

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 363

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 370

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 375

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 376

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 377

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 379

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 382

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 150

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 151

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 159

Warning: curl_exec() has been disabled for security reasons in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 162

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_errno() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 167

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 181

Warning: curl_setopt() expects parameter 1 to be resource, null given in /home/joharjo1/public_html/wp-includes/Requests/Transport/cURL.php on line 182
Works & Initiatives – Johar Zauhariy’s Diary

Collaboration . Empowerment . Contribution

Works & Initiatives

Works & Initiatives

Halo berikut ini adalah inisiatif yang pernah saya dan teman lakukan. Inisiatif-inisiatif ini adalah yang tidak berhubungan langsung dengan pekerjaan yang sehari-hari saya lakukan.

 

Inisiatif Berbasis Pemberdayaan Masyarakat – Pariwisata

 

 

bakau

Ekowisata Save Muara Gembong (Savemugo)

Gerakan dan ekowisata ini adalah upaya untuk penyelematan hutan bakau yang ada di Kecamatan Muara Gembong Kabupaten Bekasi. Hutan bakau ini merupakan perisai daerah tersebut yang membatasi langsung antara daratan dengan Laut Jawa. Menjadi penting untuk pelestarian hal tersebut namun hutan bakau di sana rusak dan luas tutupannya makin menyempit karena adanya kerusakan alami, kerusakan buatan, perluasan pemukiman penduduk, alih fungsi menjadi lahan tambak dan lain sebagainya. Tidak hanya hutannya namun juga satwa yang habitatnya ada di situ termasuk primata lutung jawa.

Tantangan:

  1. Penanaman kembali atau reboisasi terhambat atas kurangnya kesadaran warga sekitar akan fungsi bakau serta kendala biaya. Padahal reboisasi masif dilakukan agar hutan bakau Muara Gembong tetap lestari
  2. Kesadaran pelestarian lingkungan di kalangan masyarakat, mencakup berbagai pihak yang kurang
  3. Pembelajaran lingkungan selama ini lebih dilakukan dengan buku dan di dalam ruangan, perlu adanya cara yang lebih menyenangkan dan langsung di lapangan

 

savemugo_sman-2-bekasi-1

 

Solusi: Menghidupkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui ekowisata menjadi menarik untuk dilakukan. Kami membuat berbagai kegiatan berbasis penanaman pohon bakau di sana yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Masyarakat bisa datang dan belajar pelestarian lingkungan langsung melalui alam/ laboratorium alam terbuka sehingga firsh hand experience-nya akan lebih terasa. Ekowisata ini melibatkan banyak sekali pihak termasuk di dalamnya pemberdayaan petani pembibit bakau, ibu-ibu pengolah bakau menjadi produk ekonomis, pemilik perahu, penyedia konsumsi saat kegiatan dan masih banyak lagi. Tidak hanya itu, berbagai program yang berbasis event-based juga dilakukan seperti event lari Run for Muara Gembong dan lainnya. Sejak 2013, pohon bakau yang ditanam sudah lebih dari 80.000 bibit pohon.

Pendirian inisiatif ini terbilang tidak mudah karena di awal, ada banyak penolakan dan keskeptisan dari banyak pihak. Masyarakat lokal belum menerima ide ini dan mempertanyakan tujuan dan manfaatnya langsung untuk mereka. Alhamdulillah dengan berjalannya waktu, ide ini bisa terlaksana dan mendapat dukungan dari banyak pihak. Saat ini, kegiatan wisata bahkan sudah di-handle oleh Pokdarwis setempat yang bernama Alipbata Pokdarwis. Setiap weekend dan weekdays selalus aja ada kunjungan dari wisatawan ke Muara Gembong.

 

Fungsi: Saya memerankan peran sebagai strategic management di awal gerakan ini berlangsung dengan tugas utama adalah melakukan concepting gerakan serta hal-hal terkait pengembangan gerakan ini secara komprehensif termasuk di dalamnya adalah pemanfaatan media sosial sebagai media sumber informasi. Saya juga penah melakukan crowdfunding melalui platform KitaBisa.com dan terkumpul uang sebesar hampir 9 juta rupiah yang digunakan untuk pengadaan boneka raksasa Mastung yang merupakan maskot Savemugo serta pengadaan papan wisata yang dipasang di depan Kantor Kecamatan Muara Gembong.

 

Website: http://savemugo.org

 

 


 

 

1390711_214956448684267_16186366_n

Kampung Wayang – Wayang Village

Desa Kepuhsari adalah salah satu desa di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. Desa ini merupakan daerah pegunungan kapur dimana mayoritas penduduknya adalah bermata pencaharian sebagai petani tadah hujan. Wonogiri adalah kabupaten perbatasan dengan Provinsi Jawa Timur, dimana Waduk Gajah Mungkur menjadi salah satu landmark dari daerah ini. Di Kepuhsari, selain bertani, sebagian penduduknya juga bekerja sebagai pengrajin wayang kulit dan wayang kaca. Hal ini dilakukan ketika sepulang dari sawah atau ketika tidak dalam musim bercocok tanam. Nah, kemampuan membuat wayang ini diturunkan antar generasi. Bahkan konon, hasil wayang kulit dari daerah ini memiliki kualitas terbaik dari segi bahan, kehalusan tatahan serta pewarnaan. Tidak hanya itu, di desa ini juga dikembangkan kesenian wayang dengan beberapa dalang sebagai penggerak utamanya. Tidak hanya orang dewasa, namun juga perempuan dan anak-anak belajar menjadi dalang pertunjukan wayang.

 

Masalah:

  1. Keberadaan wayang dan industri rumah tangga terkait di sana mengalami kendala seperti kekurangan bahan baku, serta terbatasnya cakupan pemasaran hasil produknya
  2. Keberadaan desa yang sangat lekat dengan pelestarian wayang belum menjadi ‘tempat belajar’ langsung tentang bagaimana wayang lahir, ada dan dilestarikan. Padahal wayang merupakan salah satu warisan luhur budaya bangsa
  3. Wayang perlu menjadi ciri utama dan kebanggaan dari Desa Kepuhsari dan Kabupaten Wonogiri secara lebih luas
  4. Wayang berpotensi menjadi salah satu tumpuan ekonomi warga untuk peningkatan kesejahteraan mereka

 

wayangs

Solusi: Beberapa teman dan saya, yakni Rieke, Ariel dan Pipin membuat usulan pembuatan desa wisata berbasis wayang yang kemudian kami namakan Wayang Village. Di sana, wisatawan dapat menikmati berbagai hal seperti:

  1. pemandangan alam desa meliputi sawah, pegunungan, sungai dan air terjun
  2. homestay dengan penduduk desa dan melakukan aktivitas bersama mereka termasuk makanan lokal
  3. belajar membuat wayang baik wayang kulit maupun wayang kaca
  4. belajar kesenian terkait wayang baik dalang, bermain gamelan, sinden dan lainnya

Pendirian inisiatif desa wisata ini terbilang tidak mudah karena pertama tim kami berasal dari Jakarta dan tidak tahu medan sama sekali. Beruntung kami bisa dihubungkan dengan Kepala Dinas Pariwisata setempat yang memfasilitasi kami bertemu dengan warga. Inisiatif ini juga memenangkan lomba wirausaha Mandiri Bersama Mandiri juara pertama untuk kategori Start-Up Pariwisata. Inisiatif ini mendapatkan modal bantuan pendanaan sebesar 150.000.000 rupiah dan digunakan untuk berbagai pembangunan baik media sosial, pembangunan fisik di desa, pelatihan warga akan pariwisata dan lain sebagainya. Desa Wisata Wayang Kepuhsari bahkan rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam rencana kunjungannya ke Wonogiri beberapa waktu lalu. Namun sayangnya, kunjungan tersebut dibatalkan. Inisiatif ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Kunjungan wisatawan juga terus terjadi dari waktu ke waktu.

 

wayang

Fungsi: Pada awal berdirinya inisiatif ini, saya dan beberapa teman di atas melakukan studi lapangan dengan datang langsung ke Wonogiri. Kami berinteraksi langsung dengan masyarakat desa dan melihat potensi yang ada di sana. Kami senang akan keramahan dan keterbukaan mereka. Saya sendiri ikut aktif dalam pengembangan konsep desa wisata ini termasuk strategi pengembangan, pendanaan dan eksekusinya sampai kami mendapatkan pendanaan dari Bank Mandiri. Selain itu, saya juga ikut serta dalam pengembangan media sosial desa wisata ini seperti website dan media sosial lainnya.

Website: http://wayangvillage.com

 


 

blacktrailers_geotour-cianjur2-1024x681

Komunitas Jalan Jalan Baik ‘Travelling with Values’

Indonesia dikenal sebagai negara dengan keragaman destinasi wisata mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisaya seni budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, wisata minat khusus lainnya. Keberadaan destinasi wisata ini menjadi penggerak bisnis di bidang tourism dan industri pendukung lainnya, yang terbukti dapat memberikan kontribusi peningkatan kesejahteraan bagi pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Industri pariwisata Indonesia terus berkembang dengan ditandai dengan munculnya destinasi-destinasi wisata baru, rute-rute penerbangan dan transportasi baru, munculnya berbagai komunitas pegiat pariwisata dan lain sebagainya. Hal ini menjadikan pariwisata sebagai sektor ekonomi yang tidak bisa dikesampingkan begitu saja.

Di samping dampak positif pariwisata, ada juga berbagai dampak negatif yang ditimbulkannya. Misalnya kerusakan di destinasi wisata, adanya bauran budaya dan terancamnya budaya asli, berbagai kasus kriminal dan lain sebagainya. Perlu dilakukan upaya untuk menekan dampak negatif ini melalui partisipasi berbagai pihak. Pariwisata tentu tidak lepas dari keberadaan pelancong atau wisatawan. Wisatawan ini yang melakukan perjalanan, menciptakan arus manusia dari satu tempat ke tempat lainnya.  Wisatawan ini yang merupakan satu dari berbagai pihak yang disebutkan di atas.

 

Masalah:

  1. Potensi pariwisata Indonesia yang sangat besar dan masih belum maksimal pengembangannya
  2. Jumlah wisatawan yang sangat banyak namun masih perlu adanya kesadaran untuk menjadi wisatawan yang bertanggungjawab

 

 

Solusi: To be updated

 

 

 

Website: http://jalanjalanbaik.org

 

 

 

 


 

 

pajak

PajakApp

Indonesia dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa memiliki potensi pajak sebagai penerimaan negara yang sangat besar. Pajak merupakan penerimaan negara non minyak dan gas terbesar bagi pemerintah. Tidak heran jika peran pajak sangatlah penting bagi pelaksanaan pembangunan ini. Pajak juga bisa menjadi media pemerataan pembangunan melalui skema dana alokasi umum dan khusus yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan demikian, sangat penting dan sentral untuk bisa mewujudkan dunia perpajakan Indonesia yang lebih baik, lebih mudah dan taxpayer friendly. Hal ini perlu diimbangi pula dengan peningkatan kesadaran dari para wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya, yang meliputi menghitung pajak, membayar pajak dan melaporkan pajak. Pajak bagi sebagian besar orang merupakan sesuatu yang menakutkan, ribet dan tidak begitu penting. Hal ini yang perlu diubah sehingga persepsi mereka akan pajak juga akan lebih baik: bahwa pajak itu penting dan sangat mudah untuk mengurus perpajakan. Dari 250 juta lebih penduduk Indonesia, maka sekitar 50-60 juta yang sudah memenuhi kriteria sebagai wajib pajak orang pribadi dan perlu memiliki NPWP. Dari sekian banyak itu, yang benar-benar melakukan kewajiban perpajakannya jauh lebih kecil.

 

Masalah:

  1. Pajak dianggap sebagai sesuatu yang ribet dan susah dipahami
  2. Persepsi yang berkembang adalah, bagi wajib pajak orang pribadi, mereka yang telah dipotong pajaknya oleh kantor, maka tidak perlu melaporkan pajaknya setiap awal tahun
  3. Saat ini tidak ada platform perpajakan yang bisa menjelaskan tentang gamblang tentang pajak dan seluk beluknya, yang mudah dipahami oleh orang awam sekalipun

 

pajaks

Solusi: Sebagai salah satu co-founder, kami mengembangkan inisiatif start-up bernama PajakApp. Sebagai solusi awal, maka kami mengembangkan aplikais berbasis android yang berguna untuk pengisian surat pemberitahuan pajak atau SPT tahunan wajib pajak orang pribadi. Aplikasi ini dapat digunakan oleh setiap orang dengan cara yang sederhana dan mudah bahkan bagi mereka yang awam akan perpajakan. Aplikasi ini digunakan oleh ribuan orang dan kami mendapatkan banyak sekali masukan untuk perbaikan/ peningkatan kualitas lebih lanjut.

Selain itu, PajakApp juga mengeluarkan aplikasi kalkulator pajak yang bisa digunakan untuk perhitungan pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan untuk DKI Jakarta dan pajak kendaraan bermotor untuk DKI Jakarta. Inisiatif ini dikembangkan untuk profit based namun pada akhirnya dihentikan karena pengurusan perizinan di Dirjen Pajak sebagai Application Service Provider (ASP) tidak didapatkan, dengan demikian inisiatif berbasis teknologi ini tidak dapat dilanjutkan.

Namun demikian, di usia yang dini ini, kami sangat berbahagia karena kami dapat ikut serta dalam membangun dunia perpajakan Indonesia yang lebih baik untuk kesejahteraan Indonesia. Kami berharap agar harapan ini bisa terlaksana.

Website: http://pajakapp.com


masjidku

Masjidku

Dunia teknologi informasi berkembang dengan pesat. Berbagai inisiatif baik yang bersifat profit oriented atau non profit oriented terus lahir dan tumbuh. Kami melihat bahwa sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia juga sudah sewajarnya untuk memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Teknologi informasi dan komunikasi sudah sewajarnya dimanfaatkan untuk sebesar-besar kemakmuran muslim dari berbagai sisi.

Kita tahu bahwa masjid menjadi salah satu motor pembangunan sumber daya manusia, termasuk ekonomi pada zaman dulu. Tidak terbatas hanya pada tempat beribadah semata. Fungsi ini yang makin ke sini dirasa makin hilang. Padahal masjid dan musholla bisa menjadi sendi utama pembangunan peradaban umat Islam. Indonesia sendiri memiliki jutaan masjid dan musholla yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Tidak bisa dipungkiri bahwa masjid dan musholla di Indonesia, managemennya berbeda satu dengan lainnya. Perlu adanya keterlibatan dari semua kalangan tua muda, lelaki wanita dan sebagainya untuk memakmurkan masjid dan musholla di Indonesia ini.

Masalah:

  1. Belum adanya platform berbasis TIK yang berguna sebagai media informasi masjid dan musholla secara terintegrasi
  2. Belum adanya satu aplikasi yang menyediakan fitur lengkap untuk umat Muslim
  3. Perlu adanya upaya untuk membuat pengurus masjid dan musholla memanfaatkan TIK untuk managemen masjid

masjidku

 

Solusi: Bersama beberapa teman, kami mengembangkan inisiatif bernama Masjidku. Payung hukum Masjidku adalah Yayasan Masjidku Digital Indonesia. Adapun produk dari Masjidku adalah sebagai berikut:

  1. Aplikasi berbasis iOS dan android untuk umat, masjid dan musholla
  2. Website gratis untuk masjid dan musholla yang terdaftar
  3. Aplikasi berbasis windows untuk optimasi TV yang ada di masjid dan musholla

 

Produk di atas dapat digunakan oleh siapa saja dan masjid/ musholla yang terdaftar di Indonesia secara gratis. Masjidku pada dasarnya digunakan sebagai media informasi terintegrasi, media berjejaring antar masjid dan musholla, serta umat, media alternatif pendanaan dan sebagainya. Inisiatif ini terus berjalan, di tengah banyak keterbatasan yang tim kami temui. Semoga menjadi berkah untuk sesama.

Website: http://masjidku.id

 


Yayasan Salasika Indonesia

To be updated

 

Website: http://salasika.org