Collaboration . Empowerment . Contribution

Warna-Warni Pameran Lukisan Nyoman Gunarsa

Warna-Warni Pameran Lukisan Nyoman Gunarsa

Setelah sekian lama tidak pernah bermain ke galeri seni, pertengahan Agustus ini akhirnya saya bisa berkunjung ke salah satu tempat favorit saya. Yup, tepatnya untuk melihat Pameran Lukisan 60 Tahun Nyoman Gunarsa. Bertempat di Bentara Budaya Jakarta, bilangan Palmerah Jakarta Barat, pameran ini berlangsung pada 14-20 Agustus 2017.

Pameran ini menampilkan koleksi apik dari Nyoman Gunarsa. Dia adalah pelukis kelahiran Klungkung Bali pada 15 April 1944. Dari booklet pameran yang saya baca, Nyoman Gunarsa memang lahir dari keluarga yang memiliki aliran seni dan budaya. Ayahnya adalah guru tari yang setiap hari mengajat tari di rumahnya. Sedang kakeknya adalah pemahat patung. Rumahnya yang tidak jauh dari Kerta Gosa, salah satu situs peninggalan Puri Klungkung, juga menginspirasi Nyoman Gunarsa. Di sana terdapat lukisan gaya klasik Bali di langit-langit yang ada di Kerta Gosa tersebut.
Selepas tamat SMP, Nyoman Gunarsa lantas menyeberang ke Tanah Jawa tepatnya di Yogyakarta untuk menimba ilmu di Akademi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta (ARSI).
Selain menjadi pelukis, Nyoman Gunarsa juga terkenal sebagai seorang guru. Dari tangannya lahir berbagai seniman lukis Indonesia yang juga terkenal baik secara nasional maupun internasional. Pada tahun 1970, bersama dengan rekannya yang lain yakni Made Wianta, Wayan Sika, Pande Gede Supada, Nyoman Arsana, dan Wayang Arsana, mereka membentuk Sanggar Dewata di Yogyakarta. Tujuannya adalah untuk merangsamg penciptaan seni masa depan dengan memadukan model estetika barat dengan ciri-ciri Bali.
‘Membawa Sesaji’
Yang bersangkutan juga merupakan kolekter berbagai benda seni yang bertema Bali karya seniman Indonesia maupun mancanegara baik berupa lukisan, patung, kain dan lainnya. Nyoman Gunarsa mendirikan dua museum sekaligus yakni Museum Seni Lukis Klasik Bali dan Museum Seni Lukis Kontemporer Bali, yang keduanya berada di Klungkung, Bali.
Nyoman Gunarsa tercatat sering mengadakan pameran lukisan baik di Indonesia maupun luar negeri seperti Malaysia, Polandi, Jepang, Belanda, Singapura, Australia, Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat. Yang bersangkutan juga pernah menerima berbagai penghargaan bergengsi dalam bidanh seno budaya.
Jokowi Mendalang
Karya-karyanya dikoleksi oleh berbagai museum seperti Agung Rai Art Museum, Neka Museum, Rudana Museum, Museum Bali, Galeri Nasional Indonesia, Museum Fatahillah, Museum Fukuoka, Tropen Museum, MOMA New York, Asian Art Museum San Fransisco dan lainnya.
Dia juga tercatat aktif menulis buku dan memberikan penghargaan kepada seniman serta mahasiswa seni budaya yang berprestasi.
Pada awal Agustus lalu, Presiden Jokowi dan rombongan menyempatkan berkunjung ke museum Nyoman Gunarsa. Presiden memberikan apresiasi dan berkomitmen bahwa pemerintah melalui Kementerian Pariwisata akan membantu pengembangan 2 museum tersebut.
Penari Legong
Wah beruntung sekali saya bisa melihat pameran ini dan semoga karya Nyoman Gunarsa dan pelukis-pelukis lain makin  diapresiasi oleh masyarakat luas.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *