Collaboration . Empowerment . Contribution

Muleh Sek Nang Suroboyo Dilut (Pulang Dulu ke Surabaya Sebentar)

Muleh Sek Nang Suroboyo Dilut (Pulang Dulu ke Surabaya Sebentar)

Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan

Rek ayo rek rame rame bebarengan

Cak ayo cak sopo gelem melu aku

Cak ayo cak dolek kenalan cah ayu

 

reffrain :

Ngalor ngidul liwat toko ngumbah moto

Masio mung senggal senggol ati lego

Sopo ngerti nasib Awak lagi mujur

Kenal anake sing dodol rujak cingur

 

Jok dipikir Angger podho gelem mlaku

Jok dipikir angger podho gak duwe sangu

Mangan tahu jok dicampur nganggo timun

Malam minggu jok podho digawe nglamun

 

Lagu di atas berjudul Rek Ayo Rek yang merupakan salah satu lagu daerah dari Jawa Timur. Lagu ini sangat terkenal tentunya bagi warganya. Dari kecil saya sudah belajar dan hafal lagu ini.

 

Surabaya, sebagai ibukota Jawa Timur tentu sudah sangat familiar bagi warga Jawa Timur, atau warga yang non KTP Jawa Timur namun lahir, besar atau tinggal lama di provinsi tersebut. Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia memang terus berbenah menjadi kota modern yang semakin nyaman baik untuk warga maupun pelancong. Surabaya menjadi tempat tujuan wisata masyarakat Jawa Timur pada umumnya, termasuk para pelajar. Saya ingat dulu pas zaman SD atau SMP, anak-anak yang dikoordinasikan oleh pihak sekolah selalu ada tur Surabaya, dengan salah satu tujuan utamanya adalah Tugu Pahlawan, Kebun Binatang Surabaya, Pantai Kenjeran dan Monkasel alias Monumen Kapal Selam. Termasuk saya sejak kecil sudah berkunjung ke kota ini yang jaraknya 2-3 jam dari rumah saya di Jombang.

 

Kini, ketika saya menetap di Jakarta, maka Surabaya mau tidak mau akan sangat sering saya kunjungi atau setidaknya saya lewati karena Bandara Internasional Juanda yang ada di Sidoarjo, sangat dekat dengan Surabaya Selatan. Beberapa waktu lalu saya pulang dari Balikpapan, tempat dimana project saya bekerja berada. Tanpa panjang pikir, kenapa saya tidak mampir terlebih dahulu ke Surabaya, sekalian berkeliling di sana. Waktu itu, orang sudah hingar bingar membicarakan wajah Surabaya yang baru, di bawah kepemimpinan Ibu Wali Kota Tri Risma Harini. Surabaya tambah rapi, tambah bersih, tambah hijau dan tambah nyaman, begitu kata banyak orang. Dulu memang Surabaya terkenal sebagai kota yang hawanya panas, well sampai sekarang sih, namun mungkin lebih bisa dibilang hawanya sumpek bikin gerah. Wajar karena letaknya yang berada di tepi pantai dan banyak daerah industri yang ada di sana/ di sekelilingnya. Nah, apa yang bisa dilakukan di Surabaya? Jawabannya yo uwakeh alias buanyak sekali. Berikut ini adalah hal-hal yang bisa dilakukan di sana, saya pilih 10 saja dari banyak sekali kegiatan yang bisa dilakukan tentunya.

 

‘Patung Gubernur Suryo di Taman Apsari’

Belajar Bahasa Jawa Suroboyoan

Bahasa Jawa dialek Suroboyoan sangat terkenal karena bahasanya yang terbuka, to the point dan bahkan banyak yang bilang cenderung kasar. Bahasa Jawa yang saya pelajari dari kecil juga dialek Suroboyoan juga. Ada banyak kata-kata dan ucapan yang khas dari dialek ini seperti kon (kamu), awakmu (kamu), arek-arek (anak-anak) dan lain sebagainya. Banyak yang bilang ini adalah dialek arek-arek, karena membedakan dialek lain yang lebih halus yang digunakan oleh penduduk Jawa bagian barat seperti Nganjuk dan ke arah barat menuju Jawa Tengah. Saya sendiri menyebutnya dialek bocah-bocah. Ada stasiun televisi lokal yakni J-TV atau Jawa Timur TV yang selalu mengangkat bahasa dialek arek-arek ini. Bahkan salah satu programnya yakni Pojok Kampung, sangat terkenal karena dianggap terus mempromosikan dan melestarikan dialek ini. Contohnya adalah berikut ini.

 

  • Mengunjungi Tugu Pahlawan

Tugu Pahlawan adalah monumen yang dibangun untuk menghargai jasa para pahlawan ketika berjuang, terutama peristiwa 10 November 1945 dimana arek-arek Suroboyo dan sekitarnya berjuang melawan pasukan Belanda NICA saat itu. Tugu ini berdiri setinggi 41,15 meter dan berbentuk seperti pensil yang berdiri tegak. Di bawah tugu ini terdapat museum yang berisi tentang diorama perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan termasuk dokumentasi pembangunan tugu ini. Museum ini diresmikan oleh Gus Dur, yang selaku itu adalah presiden RI, pada 19 Februari 2000.

 

 

  • Kuliner Asli Jawa Timuran

Kuliner asli Jawa Timur banyak sekali, sebut saja soto, rawon, tahu campur, rujak cingur, pecel, dan lain-lainnya. Rasa kuliner ini enak dan berbeda satu sama lainnya. Bagi mereka dari kecil sudah sering makan-makanan ini, maka pasti akan selalu kangen untuk menikmatinya lagi, dimanapun kita berada. Termasuk saya, di Jakarta agak susah untuk mendapatkan makanan khas Jawa Timur dengan rasa yang khas original dari Jawa Timur. Ada salah satunya di Anjungan Jawa Timur, TMII. Nah, di Surabaya sendiri ada banyak sekali tempat makan enak, salah satunya adalah pusat kuliner yang ada di Taman Bungkul.

 

  • Sejenak ke Kebun Binatang Surabaya

Kebun Binatang Surabaya adalah salah satu kebun binatang terbesar di Indonesia bahkan pernah menjadi yang terlengkap di Asia Tenggara. Di dalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa dengan jumlah lebih dari 2.800an binatang. Didirikan berdasarkan SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer kala itu. Di depan kebun binatang ini, terdapat lambang Kota Surabaya yakni patung suro (hiu) dan boyo (buaya).

 

  • Bersantai di Taman-Taman yang Hijau

Surabaya punya banyak sekali taman di hampir seluruh penjuru kota. Nah, taman-taman ini menjadi tempat bersantai dan berinteraksi warganya. Selain itu, beberapa taman juga dilengkapi dengan wahana permainan anak. Taman kota ini menjadi media rekreasi gratis dan murah bagi siapa saja tanpa memandang kelas sosial warganya. Nah, berikut ini adalah daftar taman kota Surabaya:

 

Surabaya Timur

Taman Mundu, Taman Terarai, Taman Paliatif, Taman Lansia, Taman Sulawesi, Taman Karimun Jawa, Taman Prestasi, Taman Surya, Taman Flora Bratang, Taman Wonorejo, Taman Kunang-Kunang, Taman Harmoni Keputih, dan Taman Harmoni Keputih.

 

Surabaya Barat

Taman Bungkul, Taman Keputran, Taman Persahabatan, Taman Apsari, Taman Undaan Kulon, Taman Ekspresi, Taman Kombes Pol M. Durayat, dan Taman Pakal.

 

Surabaya Selatan

Taman Ronggolawe, Taman Pelangi, Taman Wira Surya, dan Taman Jagir.

 

Surabaya Utara

Taman Jayengrono, Taman Krembangan Timur, Taman Kalongan, Taman Barunawati, dan Taman Nambangan.

 

‘Tugu Pahlawan yang sangat bersejarah itu’

 

  • Mengunjungi Ekowisata Bakau Wonorejo

Surabaya mempunyai hutan bakau yang masih lestari yang bernama Ekowisata Mangrove Wonorejo, terletak di pesisir timur kota ini, di sana kamu dapat menikmati hijaunya hutan bakau dan aneka satwa yang ada di sana. Di sana, terdapat setidaknya 30 jenis binatang mulai dari kera ekor panjang dan aneka burung. Untuk bisa memasuki ekowisata seluas 200 hektar tersebut, kamu perlu membayar tiket seharga 25.000 per orang dewasa atau 10.000 untuk anak-anak yang termasuk perahu yang akan membawa kamu ke areal hutan. Di sini, kamu bisa belajar tentang bagaimana pelestarian alam bahkan di kota besar sekalipun.

 

  • Belajar Sejarah Kreket di House of Sampoerna

House of Sampoerna adalah salah satu museum yang ada di Surabaya, dibangun, dimiliki dan dikelola oleh swasta. Seperti namanya, House of sampoerna adalah museum yang berisi tentang sejarah berdirinya Sampoerna, salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Museum ini menempati bangunan kolonial yang didirikan pada tahun 1984 dan memiliki 2 lantai. Lantai pertama sebagai ruang pamer dan lantai kedua sebafai tempat penjualan souvenir. Di lantai pertama terdapat replikasi warung ukuran kecil yang merupakan cikal bakal berdirinya Sampoerna serta beraneka benda-benda milik Liem Seeng Tee yang merupakan pendiri Sampoerna. Di lantai kedua, kamu juga bisa melihat langsung para pekerja yang sedang melinting rokok di halaman belakang gedung ini. Kamu gratis loh berkunjung ke museum yang terletak di Kecamatan Pabean Cantikan ini.

 

‘Koyok wong gendheng kecanthol nang Taman Bungkul ahaha’

 

  • Menyaksikan Festival Cak Durasim

Festival Cak Durasim adalah festival seni dan budaya yang salah satunya terbesar di Jawa Timur. Di selenggarakan tahunan oleh pemerintah provinsi, festival ini merupakan apresiasi kepada Cak Durasin, seniman ludruk yang lahir di Jombang Jawa Timur. Berlangsung selama beberapa hari, festival ini bertempat di Taman Budaya Jawa Timur Cak Durasim. Apa yang ditampilkan? Banyak sekali mulai dari ludruk, aneka tarian, musik dan seni budaya lainnya yang mewakili suku-suku yang ada di Jawa Timur antara lain Jawa, Madura, Using dan Tengger.

 

  • Menghirup Angin Pantai Ria Kenjeran

Pantai Ria Kenjeran adalah pantai terpopuler di Surabaya. Terletak di kecamatan Kenjeran, di sini kamu dapat melakukan berbagai aktivitas mulai dari menikmati pantai, berlayar, memancing, berenang bahkan menikmati makanan laut atau seafood. Di sini, kamu juga dapat berfoto di banyak sekali spot menarik salah satunya pagoda khas Tiongkok dan patung Dewi Kwan Im setinggi 20 meter. Wahana baru yang tahun 2016 diresmikan adalah air mancur menari yang terlihat indah di malam hari.

 

‘Patung Suro dan Boyo di depan Kebun Binatang Surabaya’

 

  • Jembatan Nasional Suromadu yang Panjang Itu

Jembatan nasional Suromadu adalah jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Bangkalan, disebut Suromadu karena memang menghubungkan wilayan Surabaya dan Pulau Madura. Jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Tanah Air dan panjangnya mencapai 5,438 kilometer. Konon pembangunan jembatan ini membutuhkan biaya sampai 4,5 triliun rupiah. Jembatan ini terbukti memperlancar arus transportasi antar pulau yang sebelumnya hanya bisa ditempuh melalui kapal ferry. Jembatan terdiri dari 2 bagian yakni bagian untuk roda empat atau lebih dan bagian untuk roda dua. Cobalah kamu menyeberangi jembatan ini dengan sepeda motor dan rasakan sensasi angin di sana. Selain itu, kamu juga bisa melihat indahnya pantulan lampu jembatan pada malam hari.

 

‘Gedung Grahadi sebagai kantor gubernur Jawa Timur’

 

Nah menarik bukan Kota Surabaya ini, pastikan bahwa kamu pernah mengunjunginya walaupun sekali seumur hidup ehehe. Jangan ragu untuk berbaur dengan warga lokal karena budanya yang egaliter, ramah, hangat dan terbuka akan sangat mudah kamu temukan di sana. Bagi kamu yang hobi belanja juga jangan khawatir, banyak sekali pusat perbelanjaan mulai dari tradisional sampai modern ada di sana, dengan Tunjungan Plaza sebagai salah satu ikon utamanya. Nah, selamat jalan-jalan di Surabaya, Rek!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *