Collaboration . Empowerment . Contribution

Saya (Kadang) Suka Lari

Saya (Kadang) Suka Lari

Lari menjadi salah satu olahraga yang digandrungi oleh masyarakat Jakarta dalam beberapa tahun belakangan ini. Komunitas-komunitas lari bermunculan, agenda-agenda lari juga dihelat di berbagai tempat bahkan dalam waktu yang bersamaan. Agenda lari tersebut mulai dari latihan komunitas, lari komunitas, lari di jalan raya, lari di pegunungan, lari untuk kegiatan sosial dan masih banyak lagi. Jumlah penyuka laripun saya lihat makin banyak, walau mungkin tidak ada angka statistik yang pasti. Banyak teman saya yang minta saya untuk juga ikut lari seperti mereka, tapi ya mau gimana lagi. Lari bukanlah hobi saya, dan ini sudah bawaan dari kecil saat di sekolah dasar. Tidak mudah mengubah apa yang sudah dibawa sejak kecil. Seheboh apapun event lari, saya tidak terlalu tertarik melihatnya. Sampai pada satu titik dimana saya berpikir, ‘kenapa tidak mencoba juga?’. Akhirnya saya mencoba beberapa event lari. Berikut ini adalah tiga event lari yang saya ikuti. Menyenangkan juga, namun tetap saya tidak berniat untuk ikut event lari secara reguler ehehe.

 

Jakarta Color Run

Event lari 5K atau 5 kilometer ini diselenggarakan oleh salah satu brand kopi baru. Dengan bertempat di areal Gelora Bung Karno, event ini diikuti oleh ribuan peserta. Disebut dengan color run karena di beberapa titik lintasan lari yang dilewati oleh peserta, maka peserta akan ditaburi oleh bubuk warna warni. Apakah bubuk ini berbahaya dan beracun? Ya jelas tidak karena kalau beracun pasti sudah tergolong tindakan kriminal. Ikut color run ini seru juga karena setelah lari, wajah dan badan saya penuh dengan bubuk warna warni. Berasa agak gatel gimana gitu sih tapi tetap seru sekali. Di akhir, saat mencapai garis finish, maka saya bisa mendapat medali. Inilah medali lari pertama saya ehehe.

 

‘Bersama teman-teman Hutan Itu Indonesia’

 

Kulari ke Hutan

Kulari ke Hutan adalah salah satu program yang diorganisasikan oleh Gerakan Hutan Itu Indonesia. Gerakan ini memiliki tujuan untuk mempromosikan kepedulian akan hutan di Indonesia. Seperti kita tahu bahwa hutan Indonesia mengalami banyak sekali masalah mulai dari kebakaran, alih fungsi, pembalakan liar, konflik agraria dan lainnya. Padahal hutan Indonesia ini memiliki fungsi yang sangat besar baik secara ekologis, ekonomis, pendidikan, strategis dan lainnya. Hutan Itu Indonesia ingin membawa hutan ke masyarakat dan mengajak mereka untuk peduli. Event lari ini terbilang unik, dengan bertempat di Jalanan Sudirman dan Gatot Subroto, siapapun yang finish sejauh 5 kilometer ini akan mendapatkan 1 gelang. Gelang ini nanti akan dikonversikan menjadi satu bibit pohon yang akan ditanam di hutan Sumatera. Saya senang bisa ikut event ini, terlebih saya kenal banyak anak-anak yang menjadi pegiat di Hutan Itu Indonesia ini.

 

‘Bersama anak-anak penari Gantari Gita Khatulistiwa’

 

Run to Mosque

Event ini adalah event jelang Bulan Ramadhan, yang diselenggarakan oleh RICMA atau Remaja Masjid Cut Meutia, Menteng Jakarta Selatan. RICMA memang menyelenggarakan banyak event jelang dan selama Ramadhan, salah satunya adalah Ramadhan Jazz Festival. Rute yang dilalui adalah sepanjang Menteng dan mengitari Patung Selamat Datang di Thamrin. Berawal dan finish di Masjid Cut Meutia, peserta yang finish akan mendapatkan medali. Selain itu, ada juga acara pelengkap misalnya musik akustik dari barang bekas serta penampilan tari dari anak-anak lucu Gantari Gita Khatulistiwa ini.

 

Saya berharap bisa ikut event lari suatu saat, ya mungkin saja marathon, atau triathlon atau juga trial run ehehe. Kita nantikan partisipasi selanjutnya!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *