Collaboration . Empowerment . Contribution

Geo-Tour 2015: Merayakan Hidup di Cianjur

Geo-Tour 2015: Merayakan Hidup di Cianjur

Tahun April 2015 ini, Geo-Tour hadir kembali. Acara jalan-jalan tahunan dari Komunitas Travelling Blacktrailers ini escape to rural area, yakni ke daerah Cianjur, Jawa Barat. Adapun rutenya adalah situs Gunung Padang lantas berlanjut ke Desa Wisata Sukaratu. Acara ini diikuti oleh sekitar 40an peserta dan panitia. Sebagai panitia, saya sangat senang acara ini akhirnya terlaksana dan berlangsung sukses & lancar. Berikut ini adalah ceritanya:

 

‘Yoga pagi hari di Gunung Padang’

 

Asrinya Yoga di Gunung Padang

Situs Gunung Padang adalah suatu situs megalitikum yang terletak di antara Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Situs ini pertama kalinya dilaporkan pada Rapporten van de Oudheidkundige Dienst (ROD, “Buletin Dinas Kepurbakalaan”) tahun 1914. Situs ini sempat menjadi kontroversi karena adanya keyakinan bahwa sebenarnya Gunung Padang adalah piramida megalitikum yang usianya jauh lebih tua daripada piramida di Mesir. Bahkan banyak yang menduga bahwa di sana terdapat harta karun yang melimpah. Untuk membuktikan hal tersebut, pemerintah melakukan penelitian secara seksama. Sampai saat ini pun, penelitian terus dilakukan. Konon Gunung Padang tidak dibangun pada satu masa kebudayaan namun dibangun secara bertahap. Penelitian ini juga membuktikan bahwa situs ini merupakan bukti salah satu peradaban tertua manusia yang tanpa disadari/ diketahui hilang dari informasi pra-sejarah Indonesia. Situs Gunung Padang ini berfungsi sebagai tempat pemujaan dengan ditemukannya beberap menhir dan benda lainnya di sana. Tentu menjadi pertanyaan besar yang masih ada di kepala banyak orang, termasuk saya, tentang bagaimana situs ini memiliki sejarah dan cerita sebenarnya. Semoga penelitian masih terus berlanjut dan membuahkan hasil.

 

Yoga, mungkin banyak dari teman-teman yang pernah ikut coba olahraga yang satu ini. Berasal dari India, yoga banyak digandrungi oleh masyarakat karena banyaknya manfaat dari olahraga ini. Yoga makin populer terutama di kalangan kaum urban. Nah, saat Geotour Cianjur, ada juga agenda yoga loh. Saat pagi buta ketika para peserta mulai naik mendaki situs Gunung Padang, mereka disuguhi pemandangan alam yang sangat indah. Di samping itu, mereka juga bisa menikmati sunrise bersama makanan tradisional Sunda, jajanan dari berbagai komoditas lokal seperti singkong, ketan dan lainnya. Melanjutkan agenda pagi, Zaenal, yogi yang memandu berjalannya yoga Geotour Cianjur terlihat sangat antusias. Ya, ini adalah yoga pertama kali yang diselenggarakan di Gunung Padang. Para peserta ada yang pernah yoga sebelumnya, ada juga yang benar-benar baru newbie. Yoga ini adalah yoga pertama yang dilakukan sepanjang sejarah di Gunung Padang. Sebelum melakukan yoga, kami mengajukan perizinan terlebih dahulu tentunya apakah aktivitas olahraga ini diperbolehkan untuk dilakukan. Lantas kami mendapat kesimpulan bahwa, sepanjang dilakukan di tanah lapang dan tidak merusak situs, maka yoga bisa dilakukan. Yoga di sini sangatlah sempurna, dengan pemandangan alam yang hijau dan asri serta udara pegunungan yang sejuk.

 

Setelah melakukan yoga, kami diajak untuk menyusuri desa setempat. Desa ini dihuni oleh beberapa ratus kepala keluarga yang mayoritas bekerja di sektor pertanian. Di sekelilingnya, memang terdapat banyak sekali lahan persawahan. Di sepanjang jalan yang kami lalui pun, terdapat banyak pohon-pohon manggis. Saya sendiri baru pertama kali melihat pohon manggis secara langsung. Selain itu, di sela-sela bertani, beberapa penduduk membuat gula merah dari pohon-pohon aren yang banyak tumbuh di sana. Pohon aren disadap setiap hari dengan menggunakan alat khusus yang terbuat dari bambu. Penyadapan dilakukan selama beberapa waktu/ jam sampai wadah bambu tersebut penuh. Cairan aren ini kemudian dimasak secara tradisional dengan tungku dan direbus sampai terbentuk adonan kental aren. Adonan kental yang masih panas kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan didinginkan. Setelah dingin, jadilah gula aren/ gula merah. Dalam prosesnya, tidak ada penambahan bahan apapun kecuali cairan aren tersebut dan semuanya diproses secara tradisional. Gula aren ini juga menjadi salah satu oleh-oleh khas dari Gunung Padang dan banyak dijual di warung-warung yang ada di sekitar situs ini.

 

‘Pemandu menjelaskan tata cara membuat gula merah/ gula aren’

 

Menjadi Warga Desa Sukaratu

Traveling yang memberikan pengalaman yang tak terlupakan tentu menjadi impian hampir semua traveller. Sebagian dari kita pernah jalan-jalan ke gunung, laut, wilayah urban, pedesaan, wisata sejarah, wisata kuliner dan lain sebagainya. Namun, sebagian yang lain belum tentu bisa mengalaminya. Geotour Cianjur membawa peserta ke perjalanan wisata yang lain daripada yang lain. Ya, wisata desa di Desa Wisata Sukaratu. Desa Wisata Sukaratu adalah salah satu desa wisata yang ada di Cianjur, Jawa Barat. Desa Sukaratu merupakan desa wisata yang menawarkan pengalaman wisata alam, budaya serta sosial yang sangat seru. Desa ini memiliki kontur desa dengan pemandangan sawah sebagai lanskap utama desa, Di kejauhan ada pemandangan pegunungan dan hutan. Ada juga beberapa sungai yang mengalir melewati desa ini. Masyarakat di desa ini mayoritas bekerja di sektor pertanian, baik sebagai petani maupun di industri pengolahan hasil sawah.

 

‘Bergejok lesung bersama warga Desa Sukaratu’

 

Secara sosial budaya, desa ini merupakan desa wisata Sunda. Berbagai seni dan budaya Sunda masih hidup lestari tak lekang oleh waktu dan perkembangan zaman. Para peserta terlihat begitu menikmati waktu-waktu di desa ini, bercengkrama dengan penduduk setempat dan menikmati sajian alam, budaya, kuliner dan sosial yang ada. Berikut ini adalah beberapa foto pengalaman wisata mereka. Peserta melakukan berbagai kegiatan secara berkelompok, terpisah dan bergantian antara lain:

  1. Melihat proses pengolahan padi di selepan atau pabrik padi setempat. Selep padi ini adalah tempat dimana padi yang masih basah dijemur kemudian dipisahkan antara sekam dengan biji padinya
  2. Ngobor alias melihat proses mencari belut dengan cara tradisional di sawah-sawah setempat
  3. Mencoba membajak sawah secara tradisional dengan menggunakan kerbau
  4. Mencoba berbagai permainan tradisional seperti lompat tali, egrang, sandal bakiak, gejog lesung dan lainnya

 

‘Berbagi buku dengan anak-anak Cianjur’

 

Masih ingat salah satu campaign kami yakni ‘Travellers’ Book of Care’? TBoC adalah campaign yang ingin mengajak para pejalan untuk membawa buku ke destinasi wisata yang dikunjungi. Buku-buku tersebut lantas diberikan ke penduduk setempat sebagai apresiasi kepada mereka. Sebagai tamu, tentu kita wajib menghargai tuan rumah. Buku adalah salah satu bentuknya. Nah, kami juga menyelenggarakan TBoC ketika Geotour Cianjur ini. Hampir seratusan buku terkumpul dari para peserta. Buku-buku tersebut terdiri dari berbagai jenis mulai dari buku pelajaran, cerita anak, agama, majalan, buku gambar dan sebagainya. Terlihat anak-anak dan orang tua mereka sangat antusias dalam menerima buku-buku tersebut, pun demikian dengan para peserta Geotour Cianjur. Kali itu ada ratusan buku yang dibagikan kepada anak-anak setempat.

 

‘Ada juga hadiah untuk ibu-ibu setempat’

 

Senang akhirnya kegiatan ini bisa berlangsung dengan lancar dan sukses. Saya berterima kasih kepada seluruh peserta, panitia dan semua pendukung acara termasuk National Geographic Indonesia dan L’Oreal Men Indonesia yang menyumbangkan beberapa merchandise untuk hadiah kuis selama acara berlangsung. Sampai jumpa di geo-tour berikutnya!



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *