Collaboration . Empowerment . Contribution

Geo-Tour 2014: Menjelajahi Serunya Alam Bandung!

Geo-Tour 2014: Menjelajahi Serunya Alam Bandung!

Komunitas Blacktrailers sukses menggelar geotour perdana ‘Geotour Bandung’ pada tanggal 30-31 Maret yang lalu. Geotour yang membawa sekitar 55 peserta tersebut menawarkan penjelajahan ke berbagai destinasi menarik di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Bandung. Geotour bertujuan untuk memberikan pemahaman akan geotourism dan responsible traveling kepada peserta. Sebagai panitia ini, saya sangat senang bahwa acara ini sukses dan diikuti oleh banyak peserta. Berikut ini adalah cerita dari agenda jalan-jalan tahunan ini.

Serunya hiking dan caving di Bandung

Geotour diawali dengan mengunjungi Patahan Lembang yang ada di Lembang, Bandung Utara. Pada pagi hari, peserta diajak untuk melakukan hiking santai ke patahan lembang yang berupa bukit batu. Di atas bukit tersebut, peserta menikmati pemandangan matahari terbit yang cukup indah. Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan penjelasan yang sangat menarik terkait dengan sejarah Patahan Lembang dan keadaan alam di sekitarnya dari Pak T. Bachtiar. Pak Bachtiar adalah seorang geolog yang aktif melakukan penelitian tentang Gunung Sunda termasuk perkembangan geologi dan ekologi di dalamnya. Menurut beliau, Gunung Sunda yang tingginya mencapai 1.854 mdpl (meter di atas permukaan laut) merupakan gunung yang lahir dari Gunung Jayagiri yang terbangun pada 560.000-500.000 tahun yang lalu. Gunung Sunda lantas meletus dan material letusannya tersebar sampai seluas 200 KM persegi. Karena banyaknya material letusan yang dikeluarkan, akhirnya sebagian besar tubuh Gunung Sunda ambruk dan terbentuklah kaldera yang cukup besar. Di kaldera tersebut, kemudian lahir Gunung Tangkuban Parahu. Legenda Tangkuban Parahu ini yang sampai saat ini masih banyak dituturkan dari generasi ke generasi. Kawasan Lembang dikelilingi oleh beberapa gunung dan areal pegunungan misalnya Gunung Tangkuban Parahu, Gunung Putri, Gunung Unggul dan beberapa gunung lainnya yang berjajar berderet-deret. Suasana diskusi berjalan dengan sangat menarik, santai namun tetap berbobot. Para peserta mendapatkan penjelasan yang sangat komprehensif dari Pak T. Bachtiar yang sesekali memberikan jokes ringan sehingga membuat peserta semakin menikmati acara tersebut. Tidak hanya itu, bahasan tentang masalah ekologi yang saat ini dihadapi juga sangat menarik. Adanya alih guna lahan menjadi perkebunan membuat serapan air menjadi berkurang bahkan hilang. Akibatnya Bandung terancam akan berbagai kasus tanah longsor sekaligus krisis air. Kasus ini semakin jelas terjadi namun alih guna lahan masih terus terjadi dan menimbulkan banyak kerugian baik ekonomis, sosial maupun ekologis. Menurut Pak Bachtiar, perlu kerjasama serius antara 2 pemerintah kabupaten dan pemerintah kota yang ada di sana dengan demikian kesadaran atas pelestarian lingkungan di sana bisa ditumbuhkan dan diwujudkan dalam program yang nyata. Ketertarikan peserta ditandai dengan banyaknya pertanyaan kritis dari mereka akan topik yang dibahas oleh Pak Bachtiar.

 

‘Penjelasan dari Pak Bachtiar tentang pegunungan di Bandung’

 

Tujuan berikutnya adalah kawasan Goa Pawon. Goa Pawon terletak di Daerah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Goa ini terletak di pegunungan kapur Gunung Masigit. Goa Pawon ditetapakan sebagai pusat penilitian karena adanya nilai historis berupa ditemukannya fosil manusia purba. Para peserta diajak untuk menjelajahi goa yang cukup luas. Pak Bachtiar menejlaskan bahwa Goa Pawon dulunya adalah merupakan rumah yang dihuni oleh beberapa keluarga manusia purba. Manusia purba ini telah hidup dengan berburu dan meramu yang ditandai dengan ditemukannya beberapa peralatan berburu mereka. Mereka juga telah mengenal api dan penggunaan perhiasan yang terbuat dari baru dan aneka kerang. Keberadaan kerang juga menandai adanya sistem barter yang dilakukan masyarakat di pegunungan ini dengan masyarakat di daerah pesisir. Lebih jauh lagi, penelitian lanjutan di Goa Pawon mengalami kendala berupa pendanaan sehingga tidak banyak nilai historis yang bisa digali lebih lanjut.

 

Daerah sekitar Goa Pawon yang merupakan pegunungan kapur, menjadi areal tambang bahan galian C. Di banyak sisi perusahaan pengelolaan kapur bisa dilihat baik yang dioperasikan oleh perusahaan besar maupun oleh penduduk sekitar. Keberadaan goa ini juga sempat terancam karena aktivitas pertambangan ini. Namun, menurut Pak Bachtiar, adanya rasa memiliki dari masyarakat sekitar dan keterikatan sejarah membuat goa ini ‘selamat’ dari aktivitas pertambangan. Masyarakat sekitar memahami bahwa keberadaan goa tersebut merupakan asal mula keberadaan nenek moyang mereka, sehingga goa tersebut perlu dijaga dan dilestarikan. Pemkab Bandung Barat juga memiliki master plan untuk membangun Goa Pawon sebagai objek wisata andalan dengan rencana untuk melakukan pembangunan museum dan pusat seni budaya di sekitar goa tersebut. Pada pagi harinya, para peserta diajak untuk melakukan trekking ringan ke kawasan Taman Batu yang ada di atas Goa Pawon tersebut. Di sana, peserta bisa menikmati pemandangan Bandung Barat dari atas ketinggian.

 

‘Bahagia berbagi buku bersama anak-anak Bandung Barat’

 

Notable Spirit dalam Travellers Book of Care dan seramnya cerita Bandung Urban Legend

Saat di kawasan Goa Pawon, para peserta diajak untuk ikut serta dalam travellers book of care campaign yakni berupa pemberian buku kepada masyarakat sekitar terutama anak-anak. Pemberian buku ini bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada mereka sekaligus membantu untuk pembangunan pendidikan anak-anak sekitar. Dalam aktivitas kali ini sebanyak 83 buku terkumpul dan diberikan kepada salah satu sekolah dasar (SD) yang ada di sana. Acara penyerahan simbolis dilakukan di pendopo Goa Pawon dan dihadiri oleh sekitar 50 anak-anak. Dibuka dengan acara sulap singkat dari Pak Bachtiar, para peserta geotour membagikan buku tersebut kepada anak-anak. Antusiasme dan kegembiraan di anak-anak tersebut bisa dirasakan karena banyaknya buku-buku menarik yang diberikan oleh peserta. Buku-buku tersebut pun beranekaragam mulai dari buku pariwisata, buku tentang cita-cita, buku memasak, buku bergambar dan buku anak-anak lainnya. Buku-buku ini lantas akan dikelola di perpustakaan SD yang telah ditunjuk dan anak-anak bisa meminjam buku tersebut secara bergantian. Travellers book of care merupakan salah satu kampanye yang ingin digerakkan oleh Blacktrailers agar para travellers lebih peduli dan mengapresiasi keberadaan masyarakat lokal dengan cara yang sederhana yakni membawa dan memberikan buku kepada masyarakat sekitar terutama anak-anak. Inisiatif kebaikan yang akan membuat perjalanan wisata menjadi lebih berkesan tentunya.

 

Pada malam harinya, para peserta diajak untuk menguji adrenalin dengan  mengikuti Bandung Urban Legend Walk bersama dengan Komunitas Bandung Trails. Komunitas Bandung Trails adalah komunitas yang ingin melestarikan berbagai peninggalan sejarah di Bandung. Para peserta dibagi menjadi beberapa grup dan mereka dipandu oleh guide dari Bandung Trails. Perjalanan malam diawali dengan berkumpul di Taman Musik Bandung, yang kemudian berturut-turut menyusuri jejak seram Nancy, Rumah Kentang, Taman Saparua, sampai pada ambulan Bahureksa. Setiap tempat menyajikan suasana horor tersendiri bahkan beberapa peserta bisa merasakan keberadaan makhluk-makhluk dunia lain tersebut. Keberadaan urban legend yang begitu banyak memang membuat Kota Bandung menjadi semakin unik dan menarik untuk dijelajahi.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *