Collaboration . Empowerment . Contribution

First Challenging Camping on The Beach Experience

First Challenging Camping on The Beach Experience

Pada 2015 yang lalu saya dan beberapa teman berkesempatan untuk melakukan camping. Ya, camping, sesuatu yang tidak ada di ada di travelling escape wish list saya. Adalah sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya, yang kemudian beberapa teman mengajak saya untuk ikut serta. Camping terakhir yang saya lakukan adalah waktu menjadi anggota Pramuka dan PMR saat SMP waktu dulu. Saya sendiri suka jalan-jalan yang berkesan dan menantang, adanya tawaran tersebut langsung saja saya iyakan. Namun tetap dengan banyak pertanyaan di pikiran saya: nanti makannya gimana, nanti ada toilet atau tidak, kalau sholat ada tempatnya atau bagaimana, aman tidak tempatnya dan banyak lainnya.

 

Ya, tempat kami camping kali ini juga bukanlah tempat biasa, yakni Pulau Melinjo. Salah satu pulau di Desa Pulau Kelapa Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta. Pulau Melinjo memang menjadi salah satu destinasi camping favorit di sana. Pulau ini tidak berpenghuni dan luasnya hanya seluas 0,11 km2. Namun ada satu rumah sederhana di sana, yang didiami oleh orang yang menjaga pulau tersebut. Berdasarkan informasi dari yang bersangkutan, pulau tersebut adalah pulau pribadi yang dimiliki oleh pengusaha. Entah ini benar atau tidak namun beberapa saat lalu jual beli pulau di kawasan ini sempat santer diberitakan. Karena ukurannya yang kecil, pulau ini dapat dijelajahi dengan berjalan kaki hanya dalam waktu kurang dari 1 jam. Di dalamnya masih banyak terdapat pepohonan seperti cemara laut, ketapang, pohon kelapa dan bakau. Ada juga semacam hutan mini di sana, dengan akses jalan setapak untuk menembus hutan tersebut. Di sana juga terdapat banyak sekali burung dari yang saya dengar. Dari salah satu referensi yang saya baca, fauna yang ada antara lain adalah gagak hitam, burung camar, elang bondol, biawak dan lainnya. Untuk bisa melakukan camping di sini perlu ada izin dari penjaga pulau. Yang mana izin bisa disampaikan melalui operator perahu yang kita sewa selama berada di pulau ini. Camping memang dibatasi untuk memastikan adanya kunjungan yang tidak berlebihan. Hal ini untuk memastikan tidak adanya terlalu banyak manusia atau dampak buruk yang mungkin timbul seperti sampah, kebakaran dan lainnya.

 

“Matahari terbit di timur, tepat di depan tenda kami”

 

Tenda kami tepat berada di sisi timur pulau. Dengan demikian, pada pagi kami bisa melihat adanya matahari terbit yang luar biasa indah. Tenda kami dirikan tepat di sisi pantai. Tidak mudah ternyata mendirikan tenda di sana pertama dan yang paling utama adalah karena alasan angin. Angin bertiup dengan kencang apalagi pada malam hari ketika terjadi angin laut. Untuk makanan kami membawa bekal sendiri dan memasak dengan menggunakan kompor listrik yang kami bawa. Tidak banyak yang kami masak, yang jelas adalah menu-menu sederhana. Sayangnya waktu itu kompor listrik kami rusak, sehingga kami harus mencari kayu bakar untuk bisa memasak. Tidak susah mencari kayu bakar di sana karena memang ada banyak pohon yang tumbuh di pulau tersebut. Banyak ranting-ranting kering yang jatuh ke tanah. Perlu diketahui bahwa di sana tidak ada warung atau tempat makan, namanya juga tidak berpenghuni ehehe.

Saat sore jelang malam, ini adalah suasana yang sedikit saya takutkan sejak awal. Ya, pertama adalah karena adanya kemungkinan serangan hewan buas bisa berupa biawak, ular atau lainnya dan kedua karena mungkin serangan ‘makhluk lain’ ehehe. Kita tidak tahu apa dimensi lain yang ada di sana dan yang jelas pasti kita berbagi ruang dengan ‘lainnya’. Suasana malam di sana memang sangat sunyi, gelap gulita karena memang tidak ada listrik. Suara ombak menjadi suara yang dominan yang beradu dengan suara angin dan daun-daun yang tertiupnya. Kami membawa lampu listrik yang kami pakai secukupnya dan seperlunya. Bermalam dan tidur di tenda bukan pengalaman yang menyenangkan buat mereka yang memang tidak suka jalan-jalan outdoor yang menantang. Saya akan jelaskan tips agar camping mu menjadi nyaman di bagian berikutnya dalam tulisan ini.

 

‘Minum kelapa wajib dilakukan di pantai atau pulau-pulau di Kepulauan Seribu’

 

Di Pulau Melinjo ini adalah sumur berair payau. Yang dapat digunakan untuk keperluan mandi, wudhu atau lainnya. Saya bersyukur ada sumur di sana walau airnya tidak begitu bersih. Menikmati camping dan Pulau Melinjo dapat dilakukan dengan mudah:

  1. Di sana, di beberapa sisi ada beberapa pantai berpasir putih. Silahkan saja menyusuri pantai tersebut sesukamu. Pulau ini seperti pulau pribadi
  2. Ada hutan mini yang kamu bisa melakukan semacam animal watching beberapa burung yang hidup di sana
  3. Pulau ini memiliki spot untuk melihat matahari terbit dan matahari terbenam, sungguh indah bukan
  4. Beberapa meter dari pantai, kamu bisa melakukan snorkeling dan melihat beberapa ikan di sana. Terumbu karang memang tidak sebagus di beberapa tempat lainnya di Kepulauan Seribu
  5. Di sana juga tumbuh pohon-pohon kelapa, kamu bisa membeli kelapa dengan harga 15 ribu per buah kepada si penjaga pulau

 

Fishing di sekitaran Pulau Melinjo

 

Selain itu, kamu juga melakukan island hoping, fishing, beach exploring, snorkeling dan aktivitas lainnya di sekitar pulau tersebut. Untuk fishing, ingat bahwa memancing dengan cara yang tradisional dan aman diperbolehkan. Yang tidak diperbolehkan adalah penggunaan bom atau bahan peledak lainnya. Jarak antara Pulau Melinjo dengan beberapa pulau yang memiliki pantai pasir putih, beberapa spot snorkeling dan diving dapat dicapai denga hitungan belasan atau puluhan menit dengan menggunakan kapal motor.

 

Saya sendiri senang dengan pengalaman camping ini, namun akan berpikir kembali untuk melakukannya kedua kali ehehe. Maybe, I’ll consider glamping for the next camping LOL. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat kamu persiapkan ketika akan camping:

  1. Tentukan tempat yang sesuai, entah di laut, hutan, gunung atau lainnya dan cari tahu bagaimana rute serta akses trasnportasi ke tempat tersebut
  2. Yang pasti jangan lupa izin kepada pihak terkait misalnya pengelola atau penjaga tempat wisata yang akan kamu gunakan sebagai lokasi camping
  3. Pastikan kamu membawa tenda yang nyaman dengan ukuran yang sesuai. Ukuran tenda yang lebih besar akan lebih nyaman daripada tenda yang sempit dan terbatas. Pastikan tenda lengkap perlengkapannya mulai tali, pasak dan lainnya
  4. Pastikan kamu membawa tikar, airbag, kasur lipat, bantal, guling atau semacamnya. Tidur di atas pasir atau batu bukanlah sesuatu yang nyaman dan bisa membuat badanmu sakit-sakit ketika bangun tidur
  5. Kamu juga perlu membawa makanan dan minuman yang cukup baik yang siap makan minum atau siap masak dengan sederhana. Membawa makanan minuman yang cukup akan membuat kamu merasa bahagia walau berada di tempat yang jauh atau terpencil
  6. Kamu bisa membawa peralatan lain seperti senter, lampu listrik dan alat perlindungan diri jika saja ada serangan dari hewan buas atau liar
  7. Terkait sampah, tentu jangan buang sampah sembarangan, pastikan bahwa kamu membawa pulang kembali sampah yang kamu hasilkan
  8. Jangan merusak alam dalam bentuk apapun baik menebang, memetik, mencongkel, merubuhkan dan sejenisnya. Jika kamu membutuhkan kayu bakar, ambillah ranting-ranting yang memang sudah jatuh di tanah
  9. Jika kamu berbagi tempat dengan pengunjung lainnya, serta sebisa mungkin menjaga suasana agar tetap tenang

 

Pengalaman camping saya cukup menyenangkan, persiapan yang kurang membuat saya di beberapa titik kurang menikmati camping tersebut. Namun saya ingin mencoba camping dalam bentuk lainnya suatu saat nanti, mungkin glaming ehehe.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *